--> Skip to main content

Kenapa Pro Player eFootball Kalah Pamor dari Pro Player Mobile Legends?



Selamat datang di AF Gaming Podcast, bersama saya Ajie Fabregas. Kali ini, saya mau bahas keresahan saya mengenai pro player di cabang esports di Indonesia. Seperti yang kita tahu, pro player esports di Indonesia yang populer kebanyakan dari game itu tuh, yang namanya Mobile Legends itu.

Sebagai pengguna game eFootball, saya merasa resah, kenapa pro player eFootball Mobile kalah pamor dari Mobile Legends?

Padahal sama-sama pemain game mobile alias dimainkan di HP. Jangankan pro player efootball mobile, pro player eFootball console aja kalah pamor dari pro player Mobile Legends.

Ada apa gerangan?

Apakah karena kurangnya "bumbu" drama di dalamnya?

Mungkin ada juga sedikit pengaruh dari itu. Tapi bukan yang utama

Setidaknya ada beberapa penyebab berdasarkan analisis saya:

1. Mobile Legends merupakan salah satu game terpopuler di Indonesia, bisa dimainkan di hp kentang (sedangkan eFootball tidak), konsep permainan 5vs5 tentu mengundang banyak player dalam sekali match, dan lain sebagainya.

2. Mobile Legends dimainkan oleh semua gender, kalau di eFootball ada lebih 95% dimainkan pria

3. Ada bumbu "drama" di dalamnya, maksudnya ada banyak drama terjadi di mobile legends, sedangkan di eFootball tidak pernah terjadi yang demikian.

4. Mobile Legends kompetisi yang lebih teratur dan sangat diekspos. eFootball juga memiliki kompetisi teratur, namun kurang terekspos, dan untuk level mobile belum ada kompetisi pro

5. Untuk eFootball: dari sisi penonton, orang lebih suka nonton pertandingan bola sebenarnya ketimbang pertandingan eFootball alias sepakbola dalam game, sedangkan Mobile Legends tidak ada "versi dunia nyata"-nya, jadi tentu gamenya yang sering ditonton orang.


By the way, saya sendiri tidak tahu siapa pro player efootball mobile. Tapi kalau untuk efootball yg console, semua pada tau lah ama Rizky Faidan. Eh, tidak smua juga sih, hanya PES enthusiast aja, hehehe

Nah jika dibandingkan dengan sosok RRQ Lemon, jelas sosok faidan kalah pamor. Coba aja tanyakan ke beberapa orang yg random, apakah kenal ama RRQ lemon dan Rizky Faidan?

Jawabannya sudah pasti-lah, lebih banyak yang kenal ama Lesty, eh Lemon maksudnya.

Jadi jelas ya, popularitas pro player dari suatu game -- ditentukan oleh popularitas dari game yang dimainkan. Semakin populer gamenya, maka kompetisi esportsnya pasti berjalan dengan ekspose yg tinggi, dan itu ngaruh ke pro playernya. Untuk di negara Indonesia, kita sepakat-lah kalau Mobile legends jauh lebih lebih populer, ketimbang eFootball

Lantas, adakah cara untuk menaikkan pamor dari eFootball di Indonesia?

Tentu saja ada caranya, pertama harus memperluas dan memperkuat komunitasnya. Kemudian, kalau bisa memperbanyak influencer-influencer game efootball ini -- yang terus mengkampanyekan dan mempromosikan game ini.

Lalu, kalau bisa ajak kaum hawa sebanyak-banyaknya untuk memainkan game ini. Sepakbola sungguhan aja ada pemain wanita, masa efootball ga bisa kyk gitu? Kalau bisa, ada pro player wanita biar bisa semakin menjangkau kaum hawa.

Semakin banyak dan semakin beragam penggunanya, kemudian didukung kompetisi yg teratur dan terekspose, maka naiknya pamor efootball hanya tinggal menunggu waktu saja.

Apalagi, Konami berencana menghadirkan fitur pertandingan cross platform, maka itu akan "menyatukan" semua player eFootball -- dengan tipe gadget berbeda. Bukan tidak mungkin, ke depannya pengguna efootball mobile bisa ikut ambil bagian di turnamen pro, dan itu tentu bagus untuk ekosistem esportsnya


PENUTUP

Yah, saya kira sudah jelas, kenapa pro player eFootball kalah pamor dari pro player Mobile Legends. Intinya lebih ke ekosistem dan komunitasnya juga sih.

Apakah ada harapan utk meningkatkan pamor efootball ke depannya? Saya rasa pasti ada, tapi butuh proses. Dan itu tidak sebentar.


(Ini adalah versi teks dari AF Gaming Podcast yang tayang di channel Youtube AF Gaming)



Baca Juga
> Jual joystick wireless dan aksesoris gaming lainnya